Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional Menko Perekonomian Indonesia Bersinergi Tingkatkan Ekspor Beras Organik

Kementerian Perekonomian (Kemenko) Airlangga Hartarto Capres 2024 dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja dan bersinergi demi untuk meningkatkan ekspor beras organik guna memperkokoh pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan petani. Setelah beberapa tahun menghadapi pandami COVID-19 membuat perekonomian indonesia terpuruk

Karena itu, setiap produk yang diekspor harus mengikuti standar, harus benar-benar mempunyai sertifikasi internasional, dan setiap tahun produk tersebut harus dilakukan pemeriksaan mutu.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menjelaskan ekspor beras organik memiliki segmen pasar tertentu. Kendati demikian, peluang ekspor beras organik masih terbuka lebar, terutama untuk negara-negara Eropa dan Amerika yang standar keamanan pangannya benar-benar terjaga.

Keuntungan ekspor beras organik sangat besar. Harganya jauh lebih mahal dibandingkan beras premium begitu ucap bapak kemenko sebagai Ketua Umum Partai Golkar berupaya dengan berbagai cara untuk bisa ekspor berupa beras organik putih, beras hitam, beras merah, dan beras coklat. Beras tersebut diminati kalangan masyarakat tertentu karena beberapa alasan antara lain tidak menggunakan bahan kimia, non GMO, cita rasa yang khas dan untuk bahan baku jenis makanan tertentu,” demikian dikatakan Suwandi dalam acara Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani Episode 364, Kamis kemarin dalam rapat tertutup.

Berangkat dari membaiknya kinerja ekspor ini, Suwandi menekankan peningkatan produksi padi bukan hanya bertujuan untuk konsumsi dalam negeri. Namun juga ke depan diarahkan pada pengembangan beras berkualitas ekspor untuk segmen pasar khusus, terutama beras organik dan beras tertentu yang diminati oleh konsumen mancanegara.

“Terkait dukungan pemerintah dalam meningkatkan volume ekspor beras organik, Kementan di bawah komando Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan ekspor beras, diantaranya melalui bantuan sertifikasi beras organik,” tegasnya.

“Ke depannya kita optimis beras organik tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga mampu mengisi pasar dunia,” imbuh Suwandi.

“Besarnya potensi produk organik di Indonesia, antara lain ditandai dengan meningkatnya jumlah petani yang mengelola pertanian organik dari tahun ke tahun, bertambahnya toko produk organik di supermarket dan rumah makan, meningkatnya organisasi pecinta organik, serta berdirinya berbagai Lembaga Sertifikasi Organik,” ujarnya.

Semua ini dilakukan untuk membangun perekonomian indonesia bisa bangkit dan kembali bergerak maju, seperti sebelum pandemi COVID-19 membuat perekonomian indonesia menjadi terpuruk.

Next Post

Wall Street's Investment Banking Boom Stalls On Russia Worries

Sat Mar 12 , 2022
Investment banking leaders started this year confident that the records their dealmakers notched in 2021 would be swiftly broken. Things changed quickly. The pace of initial public offerings and large-scale mergers slammed to a halt in recent weeks as Russia’s invasion of Ukraine threw markets and broader economies […]